Minggu, Agustus 15th, 2021

POJOK HUKUM

Referensi Berita Akurat,Independen ,Berimbang

Jaksa Jakarta Lakukan Pengawasan Bansos Dan gerakan Semangat 45

Minggu, 15 Agustus 2021 by Redaktur : Cahaya Harahap,S.H.
https://images.bisnis-cdn.com/posts/2019/11/28/1175326/kejasaansah.jpg

Pojokhukum- Jakarta -Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta turut melakukan upaya pemulihan ekonomi untuk para pedagang kecil yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya lewat pengawasan penyaluran bantuan sosial (bansos).

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Febrie Adriansyah menerangkan, pengawasan dan pencegahan terhadap kebutuhan obat-obatan, oksigen, distribusi bansos terus dilakukan. Namun, hal itu dilakukan untuk menjalankan fungsi di bidang penegakan hukum.

Di sisi lain fungsi kejaksaan juga harus dirasakan untuk memulihkan ekonomi masyarakat di kalangan menengah ke bawah. Maka dari itu, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta memberikan bantuan di lima wilayah kota madya.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI membuat gerakan Semangat 45 untuk membantu warga terdampak pandemi COVID-19. Mereka akan memberi bantuan berupa sembako hingga sumbangan untuk pedagang kecil.

“Kita belanja di pedagang-pedagang kaki lima, gerobak, yang khususnya terdampak dari pandemi ini. Dan nantinya kita beli, ini nanti kita distribusikan ke orang-orang yang membutuhkan, kaum dhuafa, atau pun ada nanti mungkin sebagian warga yang isoman yang kita lihat, yang sangat membutuhkan,” kata Kajati DKI Febrie Ardiansyah kepada wartawan, Minggu (15/8)

Febrie mengatakan, gerakan ini berlangsung serentak di 5 wilayah kejaksaan di Jakarta. Ini memang bukan yang pertama karena biasanya para jaksa secara perorangan sudah membantu warga sesuai dengan kemampuan mereka.

“Kita kaitkan dengan yang terkait dengan ada beberapa rekan-rekan kita Jaksa ini sifatnya kan selama ini perorangan ya. Banyak juga membantu beberapa pedagang, nah ini kita satukan menjadi satu gerakan yang kita namai Semangat 45,” tambah dia.

Febrie menuturkan, pihaknya akan memanfaatkan PKL yang selama ini penjualannya menurun. Lalu hasil pembelian tersebut akan di salurkan ke warga terdampak pandemi.

Baca juga  Situs Informasi Hukum Bandung Barat baru diluncurkan

Saya berharap tentunya yang punya kelebihan bantulah saudara-saudaranya ini. Di pedagang kaki lima yang memang terasa sekali penghasilannya begitu turun setelah ada pandemi. Ini target 15.000 nasi bungkus.” ujar Febrie.

Terakhir, Febrie mengajak semua pihak juga mau membantu warga terdampak pandemi. Dia mengimbau untuk gotong royong membantu warga yang kurang mampu.

 

Jurnalis : Sepredi,S.H.

 

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *