Minggu, Agustus 1st, 2021

POJOK HUKUM

Referensi Berita Akurat,Independen ,Berimbang

Asep Nana Mulyana Jaksa Berprestasi Pimpin Kejati Jawa barat

Minggu, 1 Agustus 2021 by Redaktur : Cahaya Harahap,S.H.

Ilustrasi

Pojokhukum-Bandung ,Kejaksaan Agung melakukan rotasi besar besaran, Mutasi besar besaran di lingkungan Kejaksaan tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak yang diterima redaksi pojokhukum.com

Salah satunya jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Ade Eddy Adhyaksa diganti oleh Asep Nana Mulyana yang sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.Sementara Ade Eddy Adhyaksa dipromosikan menempati Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelejen Kejaksaan Agung

Dari Kejati Jabar, selain Kepala Kejati Jabar yang dialih tugaskan juga, Hendrizal Husin yang sebelumnya Asisten Pengawasan menjadi Koordinator Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung.

Jehezkiel Devy Sudarso, SH. CN. Asisten Intelijen pada Kejaksaan Tinggi Jawa Baratmenjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum KejaksaanAgung di Jakarta

Sebagaimana data yang dihimpun redaksi pojokhukum.com dibawah kepempinan Asep Nana Mulyana  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten sebelumnya telah berprestasi menetapkan ES, pihak swasta, sebagai tersangka korupsi dana hibah pondok pesantren (ponpes) dengan nilai mencapai Rp117 miliar.

Kini, dia sudah mendekam di Rutan Klas IIB Serang, untuk memudahkan pemeriksaan lebih lanjut.”Kami sudah menetapkan tersangka ES, dalam dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran dana hibah ke ponpes di Banten,” kata Kepala Kejati Banten, Asep Nana Mulyanan, Jumat (16/4).

Selain kasus penyaluran dana hibah ke ponpes di Banten Asep juga berhasil membongkar  Kasus pengadaan 15 ribu masker COVID-19 jenis KN95 senilai Rp 3,3 miliar untuk tenaga kesehatan

Dalam upaya pencegahan dan penyelamatan keuangan negara Menyelamatkan dan sekaligus mendorong realisasi investasi PT Lotte Chemical sebesar 4,3 miliar dolar Amerika atau setara Rp59 triliun di Kota Cilegon, Banten yang sempat mangkrak.

Keberhasilan tersebut tercapai setelah Kejati Banten melalui pendampingan hukum dapat menuntaskan permasalahan sengketa atau tumpang tindih lahan di Kawasan Industri Krakatau Steel (KS) yang menjadi tempat investasi.

Baca juga  Disebut Bayaran Kuliah Jadi Tolak Ukur, Ini Kata Mahasiswa Pasca Sarjana Unpam 

“Kinerja Kejati Banten yang bersinergi dengan BPN dan Kementerian Investasi bisa menjadi contoh untuk penyelesaian masalah yang sama di daerah lainnya,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia seusai bertemu Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Asep Nana Mulyana di Kantor Menteri Investasi.

 

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *