Selasa, Januari 4th, 2022

POJOK HUKUM

Referensi Berita Akurat,Independen ,Berimbang

Penegakan Hukum ASABRI-Jiwasraya Membangkitkan IHSG Indonesia di Angka 10.1 Persen

Selasa, 4 Januari 2022 by Redaktur : Cahaya Harahap,S.H.
Direktur Solution Advocacy Institute (SA Institute), Suparji Ahmad. Foto: uai.ac.id

Direktur Solution Advocacy Institute (SA Institute), Suparji Ahmad mengatakan bahwa penegakan hukum dalam kasus korupsi Asabri-Jiwasraya tidak mempengaruhi investasi di Indonesia. Menurutnya, anggapan sebagian orang itu hanya mitos.

“Penegakan Hukum Asabri-Jiwasraya tidak mengganggu investasi di Indonesia. Kekhawatiran bahwa proses hukum itu mengganggu atau menghambat ekosistem pasar modal maupun dunia investasi hanya mitos,” kata Suparji dalam keterangan persnya.

Berdasarkan pemaparan Presiden, menurut Suparji, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun 2021 justru naik hingga 10,1 persen. Bahkan, angka tersebut berada di atas Singapura, Malaysia dan Filipina.

“IHSG Singapura berada di angka 9.8 persen, Malaysia -3.7 persen dan Filipina -0.2 persen. Kita patut bersyukur bahwa saat penegakan hukum Jiwasraya-Asabri, IHSG kita bisa di angka 10.1 persen,” tuturnya.

“Selain itu, investor pasar modal naik sangat tinggi yakni mencapai 7.4 juta investor. Utamanya retail yang banyak dari anak-anak muda milenial dan Gen Z,” ulas akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) ini.

Suparji menegaskan penindakan yang dilakukan menggunakan UU TipikorĀ  tidak menggunakan UU Pasar Modal dalam kasus ini sudah tepat. Menurutnya, dugaan kerugian negara yang sangat besar justru kurang maksimal jika menggunakan UU Pasar Modal.

“Oleh sebab itu, penegakan hukum Asabri-Jiwasraya harus terus berlanjut dan tidak perlu mengkhawatirkan terganggunya ekosistem pasar modal serta investasi kita,” pungkasnya.

Baca juga  Ribuan Data KTP Bocor, Home Credit Indonesia Merugi Miliaran Rupiah

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *